1.  Persepsi Mahasiswa terhadap Sertifikasi Digital

 Marketing sebagai Penunjang Karier



Di era digital yang semakin maju, dunia kerja mengalami perubahan signifikan, terutama dalam bidang pemasaran. Digital marketing kini menjadi salah satu keterampilan yang paling banyak dicari oleh perusahaan. Hal ini memunculkan kebutuhan akan bukti kompetensi, salah satunya melalui sertifikasi digital marketing. Lalu, bagaimana mahasiswa memandang sertifikasi ini sebagai penunjang karier mereka?

 

Sertifikasi Digital Marketing: Apa dan Mengapa Penting?
Sertifikasi digital marketing merupakan bukti formal bahwa seseorang telah memahami dan menguasai keterampilan tertentu dalam bidang pemasaran digital. Sertifikasi ini umumnya dikeluarkan oleh platform teknologi besar seperti Google, Meta
(Facebook), HubSpot, hingga LinkedIn Learning.

      Sertifikasi ini mencakup topik seperti:
·         Search Engine Optimization (SEO)
·         Pay-Per-Click Advertising (PPC)
·         Social Media Marketing
·         Content Marketing
·         Email Marketing
·         Google Ads dan Analytics
      Bagi mahasiswa, terutama yang belum memiliki pengalaman kerja, sertifikasi ini bisa menjadi nilai tambah dalam CV dan membuktikan bahwa mereka memiliki kemampuan praktis di bidang pemasaran digital.
Persepsi Mahasiswa: Antara Kesadaran dan Tantangan
      Berdasarkan berbagai survei informal dan wawancara dengan mahasiswa di beberapa perguruan tinggi, berikut adalah beberapa persepsi umum:

 

1. Sebagai Alat Diferensiasi                                                                                                               
Banyak mahasiswa menyadari bahwa persaingan di dunia kerja sangat ketat. Sertifikasi menjadi cara untuk "membedakan diri" dari pelamar lainnya. “Saya mengambil sertifikasi Google karena ingin menunjukkan kalau saya serius mendalami digital marketing, meskipun masih kuliah,” kata Dini, mahasiswi jurusan Komunikasi.

2. Meningkatkan Kepercayaan Diri

Sertifikasi membantu mahasiswa merasa lebih percaya diri saat melamar magang atau pekerjaan. Mereka merasa sudah memiliki pengetahuan praktis yang bisa langsung diterapkan.

 

3. Aksesibilitas dan Biaya

Meski banyak sertifikasi tersedia secara gratis, tidak sedikit yang berbayar atau hanya tersedia dalam bahasa Inggris. Beberapa mahasiswa merasa kendala bahasa dan biaya menjadi penghalang.

 

4. Kurangnya Dukungan dari Institusi Pendidikan

Sebagian mahasiswa menyayangkan bahwa belum banyak universitas yang mendorong atau mengintegrasikan sertifikasi ke dalam kurikulum. “Andai saja kampus memberikan kredit atau pengakuan atas sertifikasi eksternal, pasti lebih banyak mahasiswa yang tertarik,” ujar Rian, mahasiswa Manajemen.

 

Sertifikasi vs Pengalaman Nyata                                                                                                            
Walau sertifikasi dianggap penting, beberapa mahasiswa juga menyadari bahwa pengalaman langsung tetap tak tergantikan. Mereka melihat sertifikasi sebagai langkah awal, bukan satu-satunya modal untuk sukses. Kombinasi antara teori kampus, sertifikasi, dan praktik lapangan dianggap sebagai formula terbaik.

 

Kesimpulan

Sertifikasi digital marketing kini semakin dipandang positif oleh mahasiswa sebagai alat untuk menunjang karier, meningkatkan daya saing, dan membangun kepercayaan diri. Meski masih ada tantangan dalam akses dan dukungan institusi, kesadaran akan pentingnya sertifikasi terus meningkat. Di masa depan, integrasi antara pendidikan formal dan sertifikasi digital bisa menjadi kunci untuk menghasilkan lulusan yang lebih siap menghadapi industri digital yang dinamis.